Strategi Pemasaran untuk Bisnis olahan talas

bisnis olahan talas

Strategi Pemasaran untuk Bisnis olaha talas

Strategi Pemasaran untuk Bisnis olahan talas

Untuk mendongkrak pemasaran bisnis olahan talas, Anda bisa memulainya dengan memberikan nilai tambah pada produk untuk mempromosikan keberadaan bisnis Anda ke khalayak ramai. Dalam hal ini Anda bisa memberikan nilai tambah berupa varian rasa yang beragam, pilihan toping yang beraneka macam, bentuk produk yang menarik, kemasan produk yang unik, atau bisa juga dari segi pemasaran yang terbilang nyentrik. Dari poin plus tersebut, Anda bisa meningkatkan rasa penasaran para pelanggan dan mendatangkan banyak transaksi pembelian setiap bulannya.

Selanjutnya untuk memperluas jaringan distribusi produk, Anda juga bisa memanfaatkan peran sosial media untuk mempublikasikan keberadaan produk Anda. Manfaatkan website toko online untuk membuka lapak dagang di dunia maya, dan promosikan bisnis toko online Anda di sosial media agar semakin banyak masyarakat umum yang mengetahui keberadaan produk Anda. Semakin aktif Anda mempromosikan produk olahan talas di dunia maya, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih lebar.

bisnis olahan talas

Strategi Pemasaran untuk Bisnis olaha talas

Tanaman talas mempunyai keterkaitan dengan pemanfaatan lingkungan dan penghijauan karena mampu tumbuh di lahan yang agak berair sampai lahan kering. Di Indonesia sendiri daerah penghasil talas dengan kualitas umbi yang cukup unggul, berpusat di Kota Bogor dan juga Daerah Malang. Dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton/hektar, persediaan bahan baku talas di sekitar kita tentunya cukup melimpah, sehingga para pelaku usaha olahan talas tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan produksi setiap bulannya. Disamping persediaan bahan bakunya cukup mudah di dapat, umbi talas mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin yang cukup tinggi sehingga cocok dikonsumsi masyarakat sebagai makanan pokok ataupun panganan tambahan. Tidak hanya umbinya saja yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan, pelepah daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat herbal maupun pembungkus makanan. Bahkan daun, sisa umbi dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasikan.