Sebuah Pelajaran tentang Tidak Menyesali

sebuah pelajaran koombiscom

Rosalind adalah seorang pengacara sukses yang tinggal disebuah kondominium pantai di kota Toronto. Dia adalah wanita populer yang memiliki banyak teman, berpenghasilan baik, segala hal terpenuhi untuk kehidupan yang hebat. Tetapi Rosalind tidak bahagia. Dia menjadi letih menghadapi pekerjaanya. Jam-jam panjang yang harus dijalaninya untuk bekerja itu telah membuatnya frustasi dan uang pun tak lagi penting baginya.

Yang benar-benar ingin dilakukan Rosalind adalah menjadi seniman. Itulah salah satu keinginan rahasianya yang diungkapkan kepada penulis, suatu keinginan yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun. Rosalind harus menentukan pilihan, tetapi meninggalkan praktik hukumnya untuk menjadi seniman bukanlah suatu keputusan yang gampang. Orangtuanya telah mengorbankan banyak hal untuk bisa memberikan sarana agar dia lulus dari sekolah hukum, dan dia merasa berkewajiban untuk membalas budi mereka. Dia tidak yakin bagaimanakah teman-temannya akan bereaksi, tetapi dua sangat tahu bahwa dia harus menjalani hidup yang jauh lebih sederhana untuk bisa memenuhi keinginanya menjadi seniman.

Akhirnya Rosalind melakukan sesuatu yang menjadi dambaan hatinya. Dia meninggalkan pekerjaan yang hebat dan kota besar untuk pindah ke Nova Scotia yang indah di pantai timur Kanada untuk mengejar impiannya. Sekarang dia tinggal di dekat samudera atlantik dalam sebuah pondok sederhana dan berbagi sebuah studio dengekan senimannya. Keadaan ekonominya jauh lebih merosot, tetapi Rosalind sukses dalam pengertiannya sendiri. Dia sepenuhnya bahagia dengan hidupnya, dan dia telah mendapatkan sejumlah pengakuan sebagai seniman. Dia sulit sekali ketika harus memutuskan pilihan hidupnya, tetapi dia memberitahu penulis dalam percakapan kami terakhir bahwa dia akan menyesal bila dia tidak mengikuti impian dan keinginannya. Sekarang Rosalind menjalani sukses dalam verisnya sendiri, dan kendati barangkali anda juga memilikinya, tetapi berapa banyak di antara kita yang mengikuti cita-cita, keinginan, dan menjalani hidup yang seutuhnya tanpa penyesalan?