Perusahaan Pelanggan

belajar bisnis onlinecom bersama koombis.com

Perusahaan Pelanggan

Program pemasaran sering kali didesain untuk kenyamanan perusahaan dibandingkan pelanggan. Mengomunikasikan pesan ke pelanggan ketika mereka menginginkan supaya mereka masuk ke dalam target penjualan jangka pendek. Kebanyakan orang-orang di organisasi diukur dan mendapatkan insentif lewat operasional mereka daripada tugas terhadap pelanggan. Manajer penjualan ditugaskan untuk memaksimalkan pemasukan, manajer call center ditugaskan untuk memaksimalkan penggunaan telepon. Dari keseluruhan konsep CRM dalam membangun hubungan dengan pelanggan sering kali konsep ini dibajak dan diperlakukan sebagai perlengkapan otomatis untuk penjualan. Menargetkan individu untuk mampu menjual lebih banyak dibandingkan menemukan apa yang mereka inginkan. Hanya sedikit perusahaan yang benar-benar berfokus pada kepada pelanggan mereka. Lebih sedikit lagi yang mengembangkan organisasi yang mengedepankan customer centric, berhubungan dengan pelanggan berkembang karena pelanggan dan melakukan intimasi dengan pelanggan.

Jadi, istilah sederhana customer pelanggan dapat menjadi ladang ranjau juga. Perusahaan-perusahaan consumer goods memperlakukannya sebagai konsumen sedangkan yang dimaksud sebagai pelanggan adalah retail. Ini merupakan konsep yang salah dan dapat menciptakan mindset yang tertutup, pada saat kepuasan menjadi hal yang penting. Sama halnya, perusahaan B to B juga menggunakan istila pelanggan atau mungkin klien dalam sebuah perusahaan jasa profesional sementara keputusan-keputusan bisnis diambil oleh network orang-orang. Dan tentu saja, total quality managmenttelah memberi kita makna pelanggan internal yang merupakan konsep yang baik untuk menciptakan orientasi keluar namun membuat mereka lupa bahwa mereka semua bekerja bersama-sama untuk melayani pelanggan eksternal.

belajar bisnis onlinecom bersama koombis.com

Hal yang paling mendasar adalah kebutuhan untuk memastikan bahwa janji-janji dapat ditepati untuk menutup kesenjangan ini. Semuanya terlihat mudah namun membutuhkan pemikiran mendalam, proses penyesuaian dan bakan mengubah kesalahan yang mendasar dalam bekerja. Awalnya harusdimulai dengan mendesain organisasi dalam bentuk dari luar ke dalam. Benar-benar sepakat tentang siapa pelanggan yang menjadi target, janji kepada mereka, dan totalitas pengalaman pelanggan yang akan mengantarkan ini semua. Kemudian mendesain organisasi dengan cara yang lebih efektif dalam menyajikannya.