Orientasi Informasi

Orientasi Informasi

Dengan miliaran dolar yang telah diinvestasikan setiap tahunnya untuk software dan hardware teknologi informasi, kita mungkin berharap bahwa para manajer benar-benar mengetahui beagaimana TI dapat meningkatakan output organisasi mereka. Sebenarnya, apa hubungan antara miliaran dolar yang diinvestasikan setiap tahunnya untuk TI dengan peningkatan produktivitas dan kinerja? Oritensi informasi punya jawabannya – tiga hal yang menghubungkan TI dengan output bisnis.

 

Koombis Insight

Insight Bisnis :

Profesor Donald Marchand bersama William J. Kettinger melakukan riset disekolah bisnis IMD dan berhasil mengidentifikasi tiga faktor penting yang mendorong kesuksesan pengguna informasi. Tiga kapabilitas ini terdiri dari 15 kompetensi spesifik.

Ketiga “kapabilitas informasi” ini dikombinasikan untuk menentukan efektivitas penggunaan informasi dalam pengambilan keputusan.

1. Perilaku dan nilai informasi. Ini adalah kapabilitas sebuah organisasi untuk menanamkan serta meningkatkan perilaku dan nilai demi penggunaan informasi yang efektif. Para manajer perlu meningkatkan integritas, formalitas, kontrol, tranparansi, dan sikap saling berbagi sembari menghilangkan halangan pada alur informasi dan meningkatkan penggunaan informasi.

2. Praktik manajemen informasi. Pengelolaan informasi melibatkan kegiatan marasakan, mengumpulkan, mengorganisasi, memproses, dan memelihara informasi. Para manajer mempersiapkan proses melatih karyawan dan bertanggung jawab pada manajemen informasi. Dengan demikian, mereka dapat memfokuskan organisasai mereka pada informasi yang benar. Mereka berusaha untuk menghindari (atau setidaknya meminimalkan) kelebihan informasi, meningkatkan kualitas informasi untuk karyawan dan meningkatkan pengambilan keputusan.

3. Praktik teknologi informasi. Aplikasi dan infrastruktur TI sebaiknya mendukung pengambilan keputusan. Oleh karenanya, strategi bisnis sebaiknya dikaitkan dengan strategi TI sehingga infrastruktur dan aplikasi tersebut mendukung operasi, proses bisnis, inovasi, dan keputusan.

Beberapa perusahaan telah berhasil mengimplementasikan proyek TI besar, termasuk Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) dan SKandia Banker, bank Swedia pertama yang tidak memiliki kantor cabang.

BBVA mengubah bisnis perbankan ritelnya yang berbasis cabang dan terus mengalami kemunduran menjadi salah satu bank paling sukses di Spanyol dalam kurun waktu 1.000 hari. Kesuksesan ini diraih dengan memberikan informasi yang benar kepada orang-orang diseluruh cabang sehingga membuat mereka berhasil melakukan cross-selling terhadap produk-produk mereka.

Bbva koombis

Koombis bbva

SkandiaBanken menciptakan sebuah model untuk bisnis online yang telah memberikan keuntungan dan berhasil mengungguli pesaing instritusional yang lebih besar dalam hal layanan pelanggan dan nilai yang dimiliki. Walaupun murni menggunakan Internet dan telepon dalam layanan perbankannya, para manajer Skandia Bankern mengaitkan kesuksesan mereka pada sebuah model bisnis yang mengintegrasikan infrastruktur TI sederhana dan solusi berbasis Web, akses informasi yang mudah bagi pelanggan dan karyawan, serta budaya perusahaan yang menekankan tranparansi, tanggung jawab pribadi, dan tindakan.

Bbva

 

Penerapan :

– Ketahuilah bahwa pengelolaan informasi bergantung pada SDM nya : bagaimana mereka menggunakan informasi dan sistem yang tersedia, bagaimana mereka berbagi pengetahuan dnegan orang lain, dan seberapa termotivasi mereka untuk menggunakan informasi dalam melakukan inovasi serta menciptakan nilai.

– Nilai, kembangkan dan tingkatkan proses untuk mengelola informasi serta pengetahuan. Ingatlah bahwa teknologi itu sendiri, walaupun penting bagi kesuksesan, bukanlah solusi tunggal untuk setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan.

– Pelajari lebih jauh tentang orietnasi informasi pada Profesor Donald Marchand atau sekolah bisnis IMD, atau baca lebih lanjut mengenai hal ini secara online (www.enterpriseiq.com).