Menjalankan Bisnis Waralaba

Menjalankan Bisnis Waralaba

Waralaba

Dengan menjual sebuah mereka, rencana bisnis, dan keahlian pada pemilik bisnis regional, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan dan menjangkau pasar global tanpa mengalami peningkatan risiko secara signifikan.

Koombis Insight

Insight Bisnis :

Jumlah dan jenis waralaba (franchise) sangat beragam. Waralaba merupakan sebuah teknik yang digunakan oleh berbagai perusahaan mulai dari gerai makanan cepat saji McDonald hingga jaringan hotel mewah Hyatt. Ada dua elemen kunci dari setiap waralaba – pembeli waralaba (franchiser) dan penerima waralaba (franchisee). Pemberi waralaba menjual mereka terkemuka serta keahliannya kepada penerima waralaba yang kemudian mendirikan dan mengelola bisnis tersebut. Pemberi waralaba mendapatkan manfaat berupa kemampuan untuk meningkatkan keuntungan serta menjadi mereka yang dikenal dan dipercaya di tingkat nasional ( atau global ).

Keuntungan yang didapatkan penerima waralaba adalah bahwa teknik ini dipercaya dapat mengurangi tingkat risiko. Waralaba juga lebih mempermudah bisnis karena tidak harus menciptakan rencana bisnis baru atau mengembangkan merek yang belum terkenal.

Walaupun sudah terbilang kuno, ide waralaba ini dihidupkan kembali di akhir abad kedua puluh karena adanya keinginan kuat untuk menciptakan struktur bisnis yang terdesentralisasi. Pada tahun 1999, statistik menunjukkan bahwa terdapat 540.000 waralaba di Amerika, di mana waralaba baru bermunculan setiap 6,5 menit pada setiap hari kerja.

Starbucks merupakan kisah sukses waralaba yang terkenal. Didirikan pada tahun 1971 dan hanya memiliki satu toko di Pike Place Market Seattle, Starbucks menerapkan sistem waralaba dan pada tahun 2006 telah memiliki 8.000 gerai yang berlokasi di lebih dari 37 negara serta memiliki keuntungan hampir $3Miliar.

 

Waralaba icon

Penerapan :

– Pastikan untuk menyediakan layanan dan produk yang berkualitas secara konsisten di seluruh waralaba untuk memperoleh reputasi positif, stabil, dan terpercaya dari pelangga.

– Mendirikan waralaba baru yang jaraknya terlalu dekat dengan waralaba sejenis yang sudah berdiri terlebih dahulu dapat berisiko terjadinya kanibalisasi terhadap salah satu waralaba dan mengakibatkan kehilangan pembeli. Walaupun hal ini dapat menjadi praktik bisnis yang positif, penting juga untuk mempertimbangkan akibatnya.

Berikan kesempatan kepada penerima waralaba untuk mencapai tingkat independensi yang lebih tinggi, yang membedakan mereka dari investor atau konglomerat pasif.

– Mintalah bantuan pengacara atau penasihat yang mumpuni dan berpengalaman jika Anda ingin menjual atau membeli sebuah waralaba. Kunci keberhasilannya adalah dengan memiliki produk atau layanan bisnis yang tepat, memahami rinciannya dengan baik, serta menyetujuinya dan bekerja sama.