Masa Transisi Bisnis

Masa Transisi Bisnis

Masa Transisi Bisnis

Transisi ke kepemilikan baru itu adalah suatu perubahan besar bagi para pekerja  dari sebuah bisnis kecil. Untuk memastikan suatu peralihan yang lancar, mulailah proses tersebut sebelum perjanjian selesai. Pastikan pemilik merasa senang dengan apa yang akan terjadi pada bisnisnya setelah dia pergi. Sediakan waktu untuk berbicara dengan para pekerja, konsumen dan supplier kunci sebelum anda mengambil alih; ceritakan rencana dan ide-ide anda untuk masa depan bisnis pada mereka.

Dengan melibatkan dan mendapat dukungan dari pemain-pemain kunci ini akan membuat proses menjalankan bisnis menjadi jauh lebih mudah. Para penjual umumnya akan membantu anda di dalam suatu periode transisi dimana mereka akan melatih anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Periode ini bisa berkisar antara beberapa minggu sampai enam bulan atau lebih. Setelah periode pelatihan satu lawan satu, banyak penjual yang akan setuju untuk menyediakan diri jika anda ingin berkonsultasi melalui telephone selama periode waktu berikutnya.

Pastikan anda dan penjual sepakat mengenai bagaimana pelatihan ini akan dilakukan, dan tuliskan itu di dalam kontrak. Jika anda membeli kunci, saham dan asset bisnis, maka hanya dengan menempatkan nama anda di depan lalu dan menjalankan bisnis sama seperti sebelumnya, maka kemungkinan besar transisi anda akan cukup lancar. Sebaliknya, jika anda hanya membeli sebagian dari asset bisnis tersebut, misalnya daftar klien atau karyawan, lalu kemudian membuat banyak perubahan di dalam pelaksanaannya, maka anda mungkin akan menghadapi suatu periode transisi yang lebih sulit.

Banyak pemilik bisnis baru yang memiliki harapan-harapan tinggi dan tidak realistis bahwa mereka bisa segera membuat suatu bisnis jadi lebih menguntungkan. Tentu, anda memerlukan suatu sikap positif untuk menjalankan suatu bisnis yang sukses, tapi jika sikap anda adalah “Aku lebih baik dibanding dia,” maka anda akan segera menghadapi kemarahan dari para karyawan yang anda ambil alih.

Lebih baik, pandanglah para karyawan sebagai suatu asset yang berharga. Awalnya, mereka lebih banyak tahu mengenai bisnis tersebut dibanding anda; gunakan pengetahuan tersebut untuk mempercepat diri anda, dan perlakukan mereka dengan rasa hormat dan menghargai.