5 kunci sukses ala Steve Jobs

sukses ala steve jobs

steve jobs

5 kunci sukses ala Steve Jobs

Siapa yang tak mengenal Steve Jobs? Miliarder penemu Apple ini merupakan salah seorang pengusaha sukses yang namanya selalu masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Karyanya yang begitu fenomenal, tak urung menjadikan sosok Steve Jobs sebagai salah satu inspirator bisnis bagi para pemula maupun pelaku usaha di berbagai belahan dunia. Meskipun kini beliau telah tiada, namun semangat kerja dan strategi jitu yang Ia ambil dalam membangun kerajaan bisnis. Menjadi motivasi tersendiri bagi sebagian besar pelaku usaha yang ingin sukses dalam menjalankan roda bisnisnya. Nah, untuk mengetahui rahasia sukses Steve Jobs dalam menjalankan perusahaannya. beberapa tips motivasi bisnis yang mengangkat 5 kunci sukses ala Steve Jobs yang bisa Anda terapkan dari sekarang.

Pertama, mulailah dengan apa yang Anda cintai. Poin ini mungkin sudah sering kita dengar di artikel-artikel motivasi sebelumnya, namun tak bisa kita pungkiri bila modal passion menjadi kunci utama kesuksesan para pelaku usaha, termasuk juga Steve Jobs yang begitu mencintai dunia kerjanya. Meskipun Ia pernah dipecat oleh eksekutif yang Ia angkat di Apple, namun Ia menerimanya dengan lapang dada, dan bahkan tidak merasa malu untuk bergabung kembali ke Apple ketika mendapatkan kesempatan keduanya. Langkah yang dipilih Steve Jobs tentunya memberikan gambaran pada kita semua, bahwa walaupun Ia pernah mengalami penolakan, namun Ia tetap rela memulainya kembali dari nol karena Ia benar-benar menyukai pekerjaannya (Apple).

Kedua, stay hungry stay foolish (tetaplah lapar, tetaplah bodoh). Istilah ringan ini ternyata berhasil memotivasi banyak orang untuk terus lapar akan ilmu pengetahuan, dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Modal inilah yang membuat Steve Jobs tak pernah berhenti untuk berkreasi dan berinovasi, hingga akhirnya Ia berhasil menciptakan ide-ide besar dan mengutak-atik perangkat elektronik sederhana menjadi pencetus sejarah komputerisasi yang mendunia.

Ketiga, menciptakan kesederhanaan untuk melahirkan impian konsumen. Terkadang sederhana itu lebih susah daripada rumit. Bahkan Steve Jobs pun harus bekerja lebih keras untuk bisa berpikir optimal dan membuat produk Apple yang dikenal canggih menjadi lebih sederhana. Sederhana yang dimaksud disini tentu bukan berarti mengurangi fitur-fitur di dalamnya, namun memikirkan cara mengoperasikan yang lebih gampang (sederhana) sehingga para konsumen bisa langsung memikirkan apa yang akan mereka lakukan ketika memiliki produk Apple. Terbukti, belakangan ini produk Apple lebih simpel dan memahami kebutuhan para konsumen.

Keempat, mengesampingkan ego dan mengedepankan inovasi. Meskipun saat itu Steve Jobs telah menjadi pengusaha sukses, namun Ia rela mengesampingkan ego dalam dirinya dan menggandeng rival terberatnya (Microsoft) agar bisa menciptakan inovasi baru yakni iMac dengan profit sebesar US$ 601 juta pada tahun 1999. Strategi bisnis inilah yang perlu dipraktekan para pengusaha di negara kita, karena pada dasarnya setiap pengusaha memiliki visi yang sama yaitu bisa membantu para konsumen untuk mewujudkan impiannya.

Kelima, mengingat datangnya kematian. Sebagai manusia biasa, tentunya kita tak bisa memprediksikan kapan maut menghampiri kita. Hal inilah yang selalu diingat Steve Jobs dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga setiap kali bercermin di pagi hari, Ia selalu mengupayakan apa yang dilakukannya bisa jauh lebih bermakna dibandingkan hari-hari sebelumnya dan mulai merencanakan pilihan-pilihan besar dalam hidupnya.